Pipa isap truk pemadam kebakaran adalah selang untuk menghubungkan masuknya air ke pompa ke sumber air terbuka atau hidran kebakaran. Ini terdiri dari lapisan karet, lapisan kain dan kawat baja bertulang spiral. Pipa hisap ke air terbuka saat air dapat menahan tekanan negatif, ke air hidran kebakaran dapat menahan sejumlah tekanan air, sambungan pipa air memiliki dua antarmuka, satu adalah antarmuka ulir, satu adalah antarmuka gesper. Sebanyak empat pipa air ditempatkan di truk pemadam kebakaran di kedua sisi pedal.
Pipa pemadam kebakaran menggunakan persyaratan:
1, tidak diperbolehkan mengisap pipa di tanah yang terpaksa menyeret, agar tidak memakai antarmuka alumunium;
2, penggunaan antarmuka harus terhubung erat untuk mencegah kebocoran air tidak bisa menyerap air. Sumber air terbuka, ujung pipa isap harus dipasang saringan air, dan kedalaman pipa air dari air minimal 20cm ~ 30cm, untuk mencegah pusaran air dan terhirup ke udara. Pada saat yang sama sebaiknya hindari saringan air dan kontak permukaan lumpur permukaan air untuk mencegah penghirupan sejumlah besar kerusakan lumpur pada puing pompa, air dan sedimen untuk waktu yang lama, saringan harus diatur pada keranjang saringan.
3, pipa isap peletakan harus sesingkat mungkin. Truk pemadam kebakaran Bila menggunakan pipa isap tipe koil, truk pemadam kebakaran harus bisa meletakkan semua sink dari posisi pipa hisap yang sesuai untuk menghindari tinggi pipa pengisap yang membengkok lebih dari pada lubang masuk pompa dan menghasilkan "kantong udara" , mempengaruhi air.
4, pipa isap di seberang jalan, truk pemadam kebakaran kendaraan dilarang keras dari hal di atas, jika tidak pipa hisap akan hancur dan tidak dapat menyerap air.





